Perjalanan ke Desa Popisi terasa seperti undangan dari alam untuk kembali mengenal diri. Saat perjalanan memasuki jalan-jalan sunyi itu, badan & pikiran ikut melambat—seolah Popisi meminta melepaskan semua hiruk-pikuk yang menempel selama ini. Di desa kecil diatas laut, angin berbisik lebih pelan, tonggak bambu berdiri seperti penjaga tua, dan senyum warga menyambut dengan kehangatan yang tak pernah ditemukan di kota.