Kumandang adzan mengalun memecah kesibukan. Di antara hiruk pikuk dunia, ia hadir sebagai panggilan lembut namun tegas—mengajak hati untuk berhenti sejenak dan kembali mengingat tujuan.
Suara itu tidak hanya memanggil langkah menuju masjid, tetapi juga mengetuk kesadaran. Bahwa hidup bukan sekadar mengejar waktu, melainkan menata niat dan menenangkan jiwa. Setiap lafaznya membawa pesan tentang kepasrahan dan harapan.
Ketika adzan berkumandang, ada keteduhan yang turun perlahan. Seakan dunia memberi ruang untuk beristirahat, dan hati diberi kesempatan untuk pulang.
Karena di balik kumandang adzan, selalu ada ajakan untuk kembali— pada Tuhan, pada diri sendiri, dan pada ketenangan.