Tak selalu ada tepuk tangan di awal langkah. Di saat itulah kamu belajar menjadi pendorong bagi dirimu sendiri. Menguatkan niat saat ragu, melangkah meski lelah, dan tetap bergerak walau tak ada yang melihat.
Karena dorongan paling jujur dan tahan lama selalu datang dari dalam—saat kamu memilih untuk percaya dan terus maju.