Ada kebahagiaan yang sederhana tapi selalu terasa hangat ketika memotret anak-anak di desa. Mereka tidak berpura-pura, tidak dibuat-buat—senyum muncul begitu saja, tawa pecah tanpa alasan, dan rasa ingin tahu mereka membuat setiap jepretan terasa hidup.
Di antara jalan tanah, rumah kayu, dan hamparan sawah, mereka berlari tanpa beban, saling menggoda, saling mengejar, lalu berhenti hanya karena penasaran dengan kamera di tangan kita. Kadang mereka malu, kadang terlalu berani, tapi selalu tulus.
Setiap foto menjadi cerita: tentang masa kecil yang jujur, tentang dunia yang belum rumit, tentang kebahagiaan yang tak memerlukan apa pun selain teman sebaya dan ruang untuk bermain.
Memotret mereka seperti mengabadikan kehangatan yang tak akan kembali sama. Dan entah kenapa, setiap kali melihat hasil gambarnya, hati terasa ikut tersenyum.