Ia hanya alat—yang bekerja sesuai siapa yang memegangnya.
Karya lahir dari cara melihat, dari kesabaran menunggu momen, dari keberanian mendekat dan kepekaan membaca cerita. Kamera mahal tak akan berarti tanpa rasa, tanpa niat, tanpa hati yang benar-benar hadir.
Foto yang kuat bukan soal spesifikasi, tapi soal kejujuran sudut pandang.
Karena pada akhirnya, yang berbicara dalam sebuah karya bukan lensa…
melainkan manusianya.