Wanita-wanita Watublapi duduk berderet di teras rumah adat, jari-jari mereka lincah menari di atas benang. Di tangan mereka, tenun ikat bukan sekadar kain—tetapi warisan, identitas, dan wujud cinta pada leluhur. Prosesnya panjang: memilih kapas, memintalnya, mewarnai benang dengan pewarna alami, mengikat motif, hingga akhirnya menenun. Semuanya dilakukan dengan penuh kesabaran dan ketekunan yang membuat kita terpukau.