Boleh saja berada di depan, selama tak lupa menoleh ke belakang. Terdepan bukan soal siapa paling cepat, melainkan siapa tetap rendah hati saat melangkah. Sebab kemajuan yang baik bukan yang meninggalkan, tetapi yang mengajak.
Di sanalah arti kepemimpinan—maju dengan kesadaran, dan tumbuh bersama.